Press ESC to close

UMKM Lampung Go Global, Program Pemerintah Apa yang Mendukung Ekspor Mereka?

Siapa sangka, kain tenun tangan dari pelosok Tanggamus kini sudah dipesan pembeli di Dubai — dan getah damar dari hutan Lampung sudah berlayar jauh ke Pelabuhan Dakar, Senegal? Bukan cerita fiksi, ini terjadi nyata di 2025 dan terus berlanjut di 2026.

Nah, pertanyaan yang sering luput adalah: siapa yang berdiri di balik keberhasilan itu? Jawabannya bukan sekadar kerja keras pelaku UMKM semata. Ada ekosistem dukungan terstruktur dari pemerintah — dari Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, hingga BRIN — yang aktif mendorong UMKM Lampung naik kelas ke pasar internasional. Untuk memantau perkembangan dan peluang bisnis terkini di Lampung, investlampung.id menjadi salah satu referensi yang bisa diandalkan.

Jadi, program apa saja yang bisa diakses sekarang? Dan produk Lampung mana yang sudah terbukti diterima pasar global? Artikel ini merangkumnya — berdasarkan data resmi, aktual, dan to the point.

Di Balik Ekspor UMKM Lampung, Ada Dukungan Ekosistem yang Terstruktur

Nilai ekspor Provinsi Lampung sepanjang 2025 mencapai US$6,637 miliar — tumbuh 18,78 persen dibanding tahun sebelumnya, berdasarkan data BPS Provinsi Lampung yang dirilis Februari 2026. Angka ini bukan sekadar produk perusahaan besar. Kontribusi UMKM semakin nyata dan terukur di dalamnya.

Ekosistem pendukungnya melibatkan banyak lembaga sekaligus: PPEJP Kemendag untuk pelatihan ekspor terstruktur, Bea Cukai Lampung untuk pendampingan teknis lapangan, BRIN untuk inovasi pengolahan produk, dan Disperindag Provinsi sebagai koordinator utama di daerah. Semua bergerak bersamaan — bukan sendiri-sendiri.

Export Coaching Program 2026, Apa dan Siapa yang Bisa Ikut?

Export Coaching Program (ECP) adalah program unggulan Kementerian Perdagangan melalui PPEJP (Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan). Di Lampung, sosialisasi program ini sudah digelar sejak Desember 2024, dengan target 30 UMKM terpilih yang akan mendapat pendampingan penuh selama satu tahun penuh di 2026.

Ini bukan sekadar seminar satu hari. ECP adalah pendampingan komprehensif — mulai dari riset pasar, business matching, penguatan branding, hingga simulasi kontrak ekspor nyata. Pada 20 Februari 2026, PPEJP menggelar sesi “Obrolan Ekspor: Wujudkan Mimpi Ekspor Lewat ECP” sebagai forum strategis bagi pelaku usaha yang ingin memahami program ini lebih dalam.

Kabar baiknya — pendaftaran ECP 2026 masih terbuka dan bisa diakses melalui ppejp.kemendag.go.id.

Syarat Peserta Export Coaching Program

Tidak semua UMKM langsung bisa ikut. Ada kriteria seleksi yang harus dipenuhi:

  • Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang masih aktif
  • Berbentuk badan usaha: UD, CV, PT, atau Koperasi
  • Memiliki kapasitas produksi yang mendukung kegiatan ekspor secara konsisten
  • Produk sudah memiliki potensi atau rekam jejak di pasar ekspor
  • Berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian pendampingan selama program berlangsung

Peran Bea Cukai Lampung dalam Pendampingan Ekspor UMKM

Kalau ada lembaga yang paling aktif “turun tangan” langsung ke lapangan, itu adalah Bea Cukai Lampung. Melalui program Klinik Ekspor dan fungsi Industrial Assistance, mereka mendampingi UMKM dari hal paling teknis — pengisian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), konsultasi HS Code, hingga strategi masuk pasar internasional.

Bukti konkretnya sudah ada. CV Indonesian Commodity, UMKM asal Bandar Lampung yang dipimpin Mahessa Raditya, berhasil mengekspor 15 ton getah damar ke Senegal pada 27 Mei 2025 — diberangkatkan dari Pelabuhan Panjang menuju Pelabuhan Dakar. Keberhasilan itu bukan tiba-tiba: sebelumnya, tim Bea Cukai Lampung memberikan pelatihan legalitas, sertifikasi, dan pendampingan penuh sejak proses awal.

Pada Januari 2026, UMKM yang sama kembali melakukan ekspor secara mandiri dan berkelanjutan ke Arab Saudi — bukti nyata bahwa pendampingan Bea Cukai menghasilkan eksportir yang benar-benar mandiri, bukan sekadar ekspor sekali lalu berhenti.

Baca Juga:  Kafe Estetik di Lampung yang Wajib Dikunjungi, dari Hidden Gem sampai yang Sudah Hits!
KanalDetail Kontak
AlamatJl. Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung
WhatsApp / Telepon082183089999
Email[email protected]
Websitelampung.beacukai.go.id
Jam LayananSenin – Jumat, 07.30 – 17.00 WIB

Waspada penipuan: Bea Cukai tidak pernah memungut biaya di luar prosedur resmi. Jika ada pihak yang mengatasnamakan Bea Cukai dan meminta pembayaran tidak resmi, segera laporkan melalui kanal di atas.

BRIN dan DPR RI Dorong Inovasi Pengolahan Pangan UMKM Lampung

Ini kabar terbaru yang masih hangat. Pada 27 Februari 2026Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Kadafi, menggelar bimbingan teknis bertema “Diseminasi Teknologi Pengolahan Pangan” di Lampung.

Pesan utamanya tegas. Kadafi menyatakan, “Lampung jangan hanya kirim bahan mentah — saatnya jadi pemain utama produk pangan olahan.” Ini adalah respons langsung atas fakta bahwa sebagian besar komoditas Lampung masih diekspor dalam format bahan mentah, sehingga nilai tambahnya justru dinikmati negara tujuan ekspor.

Fokus bimtek ini adalah hilirisasi berbasis riset — khususnya pada komoditas singkong dan produk pangan lokal lainnya yang selama ini belum diolah optimal. BRIN hadir bukan sekadar memberikan teori, melainkan mentransfer teknologi konkret yang langsung bisa diterapkan UMKM.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung, Pintu Masuk ke Pasar Global

Disperindag Provinsi Lampung menjadi ujung tombak pemerintah daerah dalam mendorong ekspor UMKM. Perannya konkret: mulai dari fasilitasi pameran dagang, seminar ekspor, workshop manajemen, hingga momen pelepasan ekspor perdana yang memberikan efek kepercayaan diri luar biasa bagi pelaku usaha.

Dua momen paling bersejarah di 2025 datang dari dinas ini. Pertama, pada 17 September 2025, Pemprov Lampung melepas ekspor perdana 7 ton kopi bubuk robusta senilai USD 49.000 (sekitar Rp753 juta) ke Hong Kong. Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menyebutnya sebagai “langkah nyata hilirisasi komoditas unggulan Lampung.” Kedua, pada 22 Desember 2025, giliran pisang mas Tanggamus yang dilepasliarkan ke Uni Emirat Arab, Jepang, dan Singapura sekaligus dalam satu momen pelepasan.

Cara Daftar dan Akses Program Ekspor dari Pemerintah Lampung

Bagi pelaku UMKM Lampung yang ingin mulai memanfaatkan program di atas, ada tiga jalur resmi yang bisa ditempuh. Pastikan legalitas usaha sudah lengkap sebelum mendaftar — minimal NIB dari OSS dan badan usaha aktif.

Jalur 1 — Disperindag Provinsi Lampung (program daerah):

  1. Kunjungi website disperindag.lampungprov.go.id atau datang langsung ke kantor
  2. Pantau pengumuman program ekspor dan seminar yang sedang berjalan
  3. Daftarkan profil produk ke bidang perdagangan luar negeri

Jalur 2 — Export Coaching Program PPEJP Kemendag:

  1. Akses ppejp.kemendag.go.id dan buka menu “Export Coaching Program”
  2. Isi formulir pendaftaran online dengan data usaha lengkap
  3. Lengkapi dokumen: NIB, profil produk, data kapasitas produksi
  4. Tunggu proses seleksi dan pengumuman peserta terpilih

Jalur 3 — Klinik Ekspor Bea Cukai Lampung:

  1. Hubungi WhatsApp resmi 082183089999 atau datang ke Jl. Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang
  2. Konsultasikan kesiapan produk dan rencana ekspor
  3. Tim Klinik Ekspor akan mendampingi proses dokumen dan prosedur secara bertahap

Kontak dan Kanal Resmi Disperindag Lampung

KanalDetail
AlamatJl. Cut Mutia No. 44, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung
Telepon(0721) 470305
Email[email protected]
Website Resmidisperindag.lampungprov.go.id
Jam LayananSenin – Jumat (jam kerja)

Data kontak di atas bersumber dari disperindag.lampungprov.go.id dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi langsung ke kanal resmi sebelum berkunjung.

Lampung Punya Lebih dari Sekadar Kopi untuk Diekspor

Kopi memang identik dengan Lampung. Tapi faktanya, provinsi ini menyimpan kekayaan produk ekspor yang jauh lebih beragam — resin alam hutan, kain tradisional berusia ratusan tahun, produk olahan buah, hingga kerajinan anyaman yang sudah dikenal pembeli di Prancis.

Masing-masing produk punya cerita, pasar tujuan, dan tantangan tersendiri. Yang pasti, semuanya sudah membuktikan satu hal: produk lokal Lampung layak bersaing di panggung global.

7 Produk UMKM Lampung yang Sudah Tembus Pasar Luar Negeri

1. Kopi Robusta Bubuk — Hong Kong dan Korea Selatan

Kopi Robusta Lampung adalah komoditas ekspor paling ikonik dan paling matang ekosistemnya. Yang membedakannya dari ekspor biasa: kopi yang dikirim sudah berbentuk bubuk siap seduh, bukan biji mentah. Nilai tambah sudah ada di tangan UMKM Lampung, bukan di pengolah luar negeri.

Pada 17 September 2025, Pemprov Lampung melepas ekspor perdana 7 ton kopi bubuk robusta senilai USD 49.000 ke Hong Kong — sebuah tonggak bersejarah hilirisasi kopi Lampung.  Ekspor ke Korea Selatan pun sudah berjalan melalui jaringan buyer yang difasilitasi misi dagang Disperindag. Berdasarkan data lampost.co, kopi, teh, dan rempah-rempah menjadi kelompok barang dengan kenaikan ekspor tertinggi selama Januari–Agustus 2025.

Baca Juga:  Gaji PNS Bandar Lampung 2026 Lengkap dengan Tunjangan dan Potongannya!

2. Getah Damar — Senegal dan Arab Saudi

Getah damar dari hutan agroforestri Lampung digunakan sebagai bahan baku industri cat, tinta, pernis, dan kosmetik di pasar global. Produk ini punya keunggulan tambahan: ramah lingkungan dan berkelanjutan karena dipanen dari pohon yang dikelola masyarakat secara tradisional.

CV Indonesian Commodity (Jl. KS Tubun, Rawa Laut, Enggal, Bandar Lampung) menjadi pelopor ekspor getah damar Lampung. Pada 27 Mei 2025, mereka mengekspor 15 ton getah damar ke Senegal, berangkat dari Pelabuhan Panjang menuju Pelabuhan Dakar.  Lalu pada Januari 2026, ekspor berlanjut mandiri ke Arab Saudi — tanpa pendampingan penuh lagi, karena kapasitas eksportirnya sudah terbentuk.

3. Kain Tapis — Dubai dan Arab Saudi

Tapis adalah kain tradisional Lampung dengan sulaman benang emas dan perak yang dikerjakan tangan. Bukan sekadar kain indah — ini adalah produk beridentitas budaya kuat yang sulit direplikasi produk manapun.

Produk tapis dari UMKM Tanggamus sudah beberapa kali menerima pesanan ekspor dari luar negeri, termasuk kimono berbahan tapis yang dikirim ke Dubai dan Arab Saudi. Berdasarkan Tribun Lampung, ada juga produk kopi dari Tanggamus yang sudah dikirim ke Korea Selatan, Jepang, dan Singapura. Diskoperindag Tanggamus aktif mempromosikan produk ini ke pameran nasional dan misi dagang internasional.

4. Keripik Pisang dan Olahan Pisang

Keripik pisang terdengar sederhana — tapi jangan remehkan skala dan potensi pasarnya. Lampung adalah salah satu sentra produksi pisang terbesar di Indonesia.

Pada 22 Desember 2025, Disperindag Lampung melepas ekspor pisang mas Tanggamus ke Uni Emirat Arab, Jepang, dan Singapura sekaligus. Selain pisang segar, keripik pisang kepok dari Lampung juga mulai merambah pasar Malaysia dan Asia Tenggara, menambah diversifikasi produk olahan buah dari provinsi ini.

5. Produk Hortikultura Segar

Lampung bukan hanya provinsi perkebunan. Sektor hortikultura segarnya kini makin diperhitungkan pasar luar negeri. Pisang mas Tanggamus yang sudah diekspor ke tiga negara sekaligus menjadi bukti paling konkret.

Berdasarkan data Antara Lampung, nilai ekspor sektor pertanian Lampung selama 2025 meningkat 68,69 persen — menjadikan hortikultura sebagai salah satu sektor dengan pertumbuhan paling agresif.

Pemerintah Provinsi aktif menjajaki kerja sama perdagangan antarnegara untuk membuka akses pasar baru bagi komoditas ini.

6. Tas Kuralin — Kebanggaan Pesisir Barat

Belum banyak yang tahu, tapi Kabupaten Pesisir Barat punya produk unggulan unik: Tas Kuralin — tas anyaman tangan dari bahan alami yang dibuat pengrajin di Pekon Walur, Krui Selatan.

Keunggulan tas ini nyata dan terukur: kuat, tahan lama, tahan air, bisa dicuci, dan ramah lingkungan. Nilai inilah yang membuatnya menarik bagi pasar internasional yang kini makin peduli produk berkelanjutan. Tas Kuralin sudah dikenal hingga ke luar negeri, termasuk Prancis, berdasarkan catatan Antara Lampung dan Diskoperindag Pesisir Barat.

7. Produk Olahan Pangan Berbasis Singkong

Lampung adalah produsen singkong terbesar di Indonesia — namun selama ini sebagian besar dikirim dalam bentuk mentah. Bimtek BRIN dan DPR RI pada Februari 2026 adalah respons langsung atas peluang yang selama ini terlewat.

Produk turunan singkong seperti tepung mocaf, keripik premium, dan snack berbasis singkong mulai diminati konsumen Amerika Serikat dan Eropa. Kadafi dari Komisi X DPR RI menegaskan bahwa Lampung harus segera beralih dari pemasok bahan mentah menjadi pemain utama produk olahan. Ini bukan sekadar slogan — ada dukungan teknologi dari BRIN yang konkret dan bisa langsung diterapkan.

Tabel Ringkasan 7 Produk Ekspor UMKM Lampung

Berikut perbandingan singkat ketujuh produk untuk memudahkan gambaran secara keseluruhan.

NoProdukNegara TujuanStatus 2026Lembaga Pendukung
1Kopi Robusta BubukHong Kong, Korea Selatan✅ Aktif EksporDisperindag, ECP Kemendag
2Getah DamarSenegal, Arab Saudi✅ Aktif EksporBea Cukai Lampung
3Kain TapisDubai, Arab Saudi, Jepang, Singapura✅ Aktif EksporDiskoperindag, Misi Dagang
4Keripik dan Olahan PisangUEA, Jepang, Singapura, Malaysia✅ Aktif EksporDisperindag Lampung
5Hortikultura SegarUEA, Jepang, Singapura✅ Aktif EksporDisperindag, Kementan
6Tas Kuralin Pesisir BaratPrancis dan pasar Eropa⚡ BerkembangDiskoperindag Pesisir Barat
7Olahan SingkongAS dan Eropa (dalam pengembangan)⚡ Potensi TinggiBRIN, Komisi X DPR RI

Data tabel di atas bersumber dari lembaga resmi terkait dan media terverifikasi, aktual per Maret 2026. Status dan negara tujuan dapat berubah seiring perkembangan program ekspor.

Baca Juga:  Harga Kopi Lampung Maret 2026, Turun Drastis atau Masih Stabil? Ini Fakta Terbarunya

Apa yang Membuat Produk-Produk Ini Diterima Pasar Global?

Ada tiga faktor yang konsisten ditemukan pada UMKM Lampung yang berhasil menembus ekspor.

Pertama, keunikan yang tidak bisa direplikasi. Getah damar dari hutan agroforestri Lampung, motif tapis yang sarat nilai budaya, singkong dari varietas lokal — semuanya punya identitas khas yang menjadi nilai jual utama di mata buyer internasional.

Kedua, sertifikasi dan standar mutu yang dipenuhi. UMKM yang berhasil ekspor rata-rata sudah mengantongi dokumen legalitas lengkap: sertifikasi halal untuk pasar Timur Tengah, sertifikat organik untuk Eropa dan AS, atau standar keamanan pangan (food safety) yang diakui internasional. Proses ini tidak instan, tapi ini yang menentukan apakah produk bisa masuk atau tertolak di bea cukai negara tujuan.

Ketiga, ada ekosistem pendampingan yang nyata. Tidak ada satu pun UMKM Lampung yang berhasil ekspor sendirian. Selalu ada peran Bea Cukai, Disperindag, atau program Kemendag yang menjadi jembatan — baik untuk dokumen, koneksi buyer, maupun fasilitasi pengiriman pertama. Ini yang sering diremehkan, padahal ini kuncinya.

Semua informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data resmi dari Disperindag Provinsi Lampung, Bea Cukai Lampung (KPPBC TMP B Bandar Lampung), PPEJP Kemendag, BRIN, BPS Provinsi Lampung, serta sumber media terverifikasi. Data program, kontak lembaga, dan ketentuan ekspor bersifat aktual per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing instansi. Untuk verifikasi terkini, selalu hubungi langsung kanal resmi lembaga terkait. Artikel ini bersifat informatif dan tidak menjamin keberhasilan proses ekspor.

Perjalanan UMKM Lampung ke pasar global masih panjang — tapi ekosistem dukungannya sudah ada, sudah berjalan, dan sudah terbukti menghasilkan eksportir mandiri. Semoga informasi ini bermanfaat dan jadi dorongan nyata bagi lebih banyak pelaku usaha Lampung untuk berani melangkah. Bagikan artikel ini kepada sesama pelaku UMKM, bergabunglah di komunitas Telegram untuk update terbaru seputar peluang usaha dan ekspor Lampung, atau kunjungi artikel informatif lainnya di platform ini. Sukses selalu! 🙏

FAQ

1 Apa itu Export Coaching Program dan bagaimana cara UMKM Lampung mendaftar?
Export Coaching Program (ECP) adalah program pendampingan ekspor selama satu tahun penuh dari PPEJP Kementerian Perdagangan. UMKM Lampung mendaftar melalui ppejp.kemendag.go.id dengan syarat memiliki NIB aktif dan berbentuk badan usaha (UD/CV/PT/Koperasi). Program ini gratis untuk peserta terpilih.
2 Bagaimana UMKM Lampung bisa mendapatkan pendampingan ekspor dari Bea Cukai?
Hubungi Bea Cukai Lampung melalui WhatsApp resmi 082183089999 atau datang ke Jl. Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Layanan Klinik Ekspor tersedia Senin–Jumat, 07.30–17.00 WIB. Tidak ada pungutan biaya di luar prosedur resmi.
3 Produk UMKM Lampung apa saja yang sudah berhasil diekspor ke luar negeri?
Ada 7 produk utama yang sudah terbukti: kopi robusta bubuk (Hong Kong, Korea Selatan), getah damar (Senegal, Arab Saudi), kain tapis (Dubai, Arab Saudi), olahan pisang (UEA, Jepang, Singapura), hortikultura segar, tas kuralin (Prancis, Eropa), dan olahan singkong yang sedang dikembangkan untuk pasar AS dan Eropa.
4 Apa peran BRIN dalam mendukung ekspor produk pangan UMKM Lampung?
Pada 27 Februari 2026, BRIN bersama Komisi X DPR RI (Muhammad Kadafi) menggelar bimtek Diseminasi Teknologi Pengolahan Pangan di Lampung. Fokusnya mendorong hilirisasi singkong dan komoditas lokal agar UMKM Lampung tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, melainkan produk olahan bernilai tinggi.
5 Berapa nilai ekspor Provinsi Lampung sepanjang 2025?
Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung (Februari 2026), nilai ekspor Lampung sepanjang 2025 mencapai 6,637 miliar USD, tumbuh 18,78 persen dibanding 2024. Sektor pertanian mencatat kenaikan ekspor tertinggi sebesar 68,69 persen — dengan kopi, teh, dan rempah sebagai kontributor utama.
Bambang Setiawan
Pemimpin Redaksi & Senior Analis Ekonomi |  + posts

Ekonom dan jurnalis finansial senior dengan pengalaman 20+ tahun di dunia perbankan dan konsultan keuangan. Kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Investlampung.id, memastikan setiap konten tersaji akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Bambang Setiawan

Bambang Setiawan adalah ekonom senior dan jurnalis finansial berpengalaman yang menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Investlampung.id. Lahir di Palembang pada 1977, Bambang menempuh pendidikan S1 Ekonomi Pembangunan di Universitas Sriwijaya dan melanjutkan S2 Manajemen Keuangan di Universitas Indonesia — sebuah perjalanan akademik yang membentuk fondasi analisisnya yang tajam dan komprehensif.Karier profesionalnya dimulai pada akhir 1990-an ketika bergabung dengan salah satu bank swasta nasional sebagai analis kredit. Selama lebih dari dua dekade, Bambang telah malang melintang di berbagai posisi strategis — mulai dari analis risiko keuangan, konsultan perbankan daerah, hingga kepala divisi literasi keuangan di sebuah lembaga konsultan finansial berbasis di Sumatera.Pengalaman panjangnya di lapangan memberinya perspektif unik yang jarang dimiliki jurnalis finansial kebanyakan — ia tidak hanya memahami teori, tapi benar-benar tahu bagaimana sistem perbankan dan keuangan bekerja dari dalam. Nah, pengalaman itulah yang kini ia tuangkan sepenuhnya melalui Investlampung.id.Sebagai Pemimpin Redaksi, Bambang bertanggung jawab memastikan setiap konten yang diterbitkan memenuhi standar akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik tertinggi. Ia dikenal sebagai sosok yang teliti, tegas dalam soal fakta, namun tetap membumi dalam menjelaskan isu-isu keuangan yang kompleks agar mudah dipahami masyarakat luas. Prinsipnya: "Berita keuangan yang baik bukan yang paling rumit, tapi yang paling jujur dan paling berguna."